JAKARTA – Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dan jajarannya diminta tetap teguh dan fokus menjalankan tugas penegakan hukum sesuai dengan visi misi Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita.
Budayawan Kidung Tirto Suryo Kusumo mengatakan tantangan yang dihadapi Kejaksaan Agung dalam menegakkan hukum, terutama pemberantasan korupsi, tidak ringan bahkan semakin berat. Tantangan atau perlawanan tidak hanya datang dari luar istitusi, tetapi bisa juga dari internal atau oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi.
“Kejaksaan Agung, baik secara institusi maupun personal, sudah sering diserang dari dalam dan luar. Tetapi Kejaksaan justru semakin kuat karena jajaran Adhyaksa kompak dan berdedikasi tinggi menjalan tugas sehingga mendapat dukungan kuat dari rakyat,” ungkapnya di sela-sela tapa brata di kaki Gunung Lawu, Selasa (13/10/2026).
Kejagung terpukul setelah salah satu petingginya ditangkap karena diduga terlibat pemerasan kasus korupsi beberapa waktu lalu. Sebelum kemunculan kasus itu, tingkat kepercayaan publik terhadap Kejagung sempat berada di posisi puncak di antara lembaga penegak hukum lain, yakni mencapai kisaran 80% berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia.
Setelah kejadian itu, banyak pihak menilai Kejagung menghadapi krisis kepercayaan. Namun, Kidung Tirto mengatakan hal itu masih perlu diuji. Dia tetap meyakini Kejagung segera bangkit seiring dengan pulihnya kepercayaan masyarakat karena kinerja Kejaksaan tetap solid.
“Kejadian itu justru menjadi momentum bagi Jaksa Agung untuk bersih-bersih internal dan melanjutkan reformasi Kejaksaan. Jaksa Agung justru makin tegas ke atas terutama koruptor tetapi humanis ke bawah atau rakyat kecil melalui restorative justice,” ujarnya.
Pukulan terhadap Kejaksaan saat ini mengingatkan Kidung Tirto ketika Jaksa Agung ST Burhanuddin menghadapi tekanan saat awal kepemimpinannya. Saat itu Kejaksaan menghadapi banyak persoalan, mulai dari masalah internal, kebakaran gedung, isu politik, hingga isu pribadi.
“Semua tantangan itu dapat dilalui Jaksa Agung dengan baik sehingga kepercayaan mayarakat dan dukungan politik semakin kuat . Ini menjadi modal bagi Jaksa Agung untuk membongkar kasus-kasus korupsi kakap saat itu, seperti kasus Asabri dan Jiwasraya,” ungkapnya.
Meski demikian, Kidung Tirto mengingatkan agar Jaksa Agung dan jajaran selalu introspeksi, tidak jumawa, dan memetik pengalaman masa lalu demi kebaikan di masa mendatang, serta selalu menghargai peran dan kontribusi semua pihak yang berjasa kepada Kejaksaan.
Dia menilai Jaksa Agung ST Burhanuddin selama ini bekerja keras dan ikhlas sejalan dengan visi misi pemerintahan, mulai dari Presiden Joko Widodo hingga dipercaya kembali oleh Presiden Prabowo Subianto. “Prabowo mempertahankan ST Burhanuddin tentu dengan alasan kuat. Dia menilai kinerja Jaksa Agung konkret dalam pemberantasan korups, pemulihan aset negara, dan penegakan hukum yang humanis,” tambahnya.
Dia mengingatkan agar Jaksa Agung dan jajaran konsisten menjalankan visi misi Presiden Prabowo sebagaimana teruang dalam Asta Cita di bidang hukum, terutama Asta Cita ke-1 dan ke-7. Asta Cita ke-1 yakni memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan Hak Asasi Manusia (HAM). Adapun Asta Cita ke-7 yakni memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi, narkoba, judi, dan penyelundupan.












